• Januari 4, 2024

Tradisi Ramadan di Mesir Ini Lestarikan Budaya Turun-temurun

Ramadan di Mesir merupakan sementara istimewa yang selalu ditunggu. Mesir lebih ramai sementara bulan Ramadan. Kebersamaan dan kasih sayang lebih melekat pada bulan Suci ini. Kemurahan hati, sikap saling menghargai, dan kebahagiaan selalu mewarnai Ramadan di Mesir.

Dilansir dari egyptfwd.org, tradisi turun temurun yang dikerjakan sementara Ramadan dilestarikan sampai kini. Makanan tradisional sampai pernak-pernik membawa dampak Ramadan lebih istimewa. Antusias warga Mesir untuk dapat bermain di mahjong ways https://arsaresidencekarawang.com/ lebih keluar dari cara mereka memuliakan bulan penuh keberkahan ini.

Ada banyak normalitas mesir kuno yang tetap dapat ditemui kalau singgah ke Kairo sementara Ramadan. Berikut normalitas masyarakat Mesir yang tetap ada sampai kini dan membawa dampak Ramadan lebih berwarna.

1. Mawa’ed al rahman

Mawa’ed al rahman merupakan cara masyarakat Mesir share kasih sayang. Hampir disetiap jalan dipasang tabel penyayang dimana tiap tiap orang akan diberikan buka puasa dan sahur gratis. Tabel penyayang atau mawa’ed al rahman dibikin oleh orang Mesir yang dambakan share untuk orang-orang yang tidak cukup dapat supaya mereka dapat berbuka dan sahur bersama baik.

Ramadan selalu membawa dampak orang Mesir lebih bermurah hati dan sebanyak-banyaknya menyebar kebaikan. Jika anda berkunjung ke Mesir sementara Ramadan, anda akan menemukan makanan gratis yang dibagikan sepanjang sebulan penuh.

2. El-Messaharaty

El-Messaharaty merupakan drum kecil yang digunakan untuk membangunkan orang sahur. Tradisi ini tetap ada sampai kini. Meskipun teknologi lebih canggih bersama terdapatnya jam dan alarm, tapi masyarakat Mesir tetap memakai drum untuk membantu membangunkan sahur.

Jika drum el-messaharaty tidak dibunyikan, maka tidak cukup lengkap rasanya Ramadan di Mesir. Drum ini dibunyikan satu atau dua jam sebelum fajar tiba. Orang-orang selalu menantikan bunyi-bunyian dari drum ini sebagai perihal yang istimewa. Ramadan mulai lebih khas bersama normalitas el-messaharaty.

3. Fanous Ramadan

Fanous adalah dekorasi yang digunakan warga Mesir untuk menyambut bulan Ramadan. Seluruh negeri dihias bersama dekorasi yang unik dan berkilauan. Sepanjang jalan, pintu masuk gedung sampai balkon keluar menarik dan ramai.

Tradisi seru ini tetap dijaga sampai sekarang. Pernak-pernik menarik ala timur sedang akan membawa dampak Ramadanmu istimewa. Suasana ceria dan suka sementara Ramadan keluar lebih kental di Mesir. Kamu kudu coba situasi Ramadan asyik ini kalau singgah ke Mesir.

4. Acara budaya turun temurun

Ramadan di Mesir penuh acara budaya yang menarik. Kairo diramaikan bersama atraksi budaya yang buat Ramadanmu lebih seru. Tarian rakyat dan band Hasab-Allah mewarnai keseruan bulan suci ini. Cerita rakyat turun temurun perihal sejarah panjang Mesir di sediakan didalam pertunjukan yang artistik.

Pertunjukan Tanura ini akan membuatmu takjub akan kebudayaan Mesir. Kamu akan dibawa bernostalgia bersama sejarah Mesir Kuno. Keunikan pertunjukkan dapat anda nikmati selepas jalankan tarawih. Tradisi menarik ini tetap dipertahankan sampai kini, lho.

5. Festival Fatimid Cairo

Fatimid kairo merupakan keliru satu distrik yang ramai sementara Ramadan. Setelah salat tarawih, kawasan ini menyajikan berbagai hiburan dan kuliner menarik. Kafe-kafe menawarkan berbagai makanan dan minuman yang lezat. Kafe favorit layaknya Fishawi jadi kafe tertua yang kerap dikunjungi seniman, artis sampai politisi Mesir.

Di distrik ini terkandung pasar tradisional bernama Khan El Khalili yang menawarkan cenderamata khas Mesir. Parfum, pakaian sampai rempah-rempah akan anda temukan disana. Segala barang-barang antik dapat dijadikan oleh-oleh yang menarik dan unik.

Tradisi turun temurun berikut tetap ada dan dijaga oleh masyarakat Mesir sampai kini. Kamu kudu ikut merasakan perayaan Ramadan kalau singgah ke Mesir. Keceriaan dan rasa share di bulan Ramadan ini kudu selalu dipertahankan layaknya normalitas di Mesir ini.