• Desember 16, 2023
sejarah nazi

Sejarah Partai Nazi Mulai Dari Berdirinya Hingga Pembubaran Dan Masa Kepemimpinan Hitler

Partai Nazi adalah sebuah partai politik yang dulu didirikan di Jerman terhadap sekitar 1920-an. Memiliki nama lengkap Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman, partai ini mengalami perkembangan pesat sejak Adolf Hitler berhimpun dan diangkat menjadi ketua partai. Di bawah kepemimpinan Hitler, Partai Nazi menjadi kebolehan politik utama di Jerman yang memerintah pada 1933 sampai 1945 secara totaliter.

Pada pas itu, Hitler termasuk diangkat oleh Presiden Paul von Hindenburg sebagai Kanselir Jerman. Partai Nazi kemudian mendeklarasikan Jerman sebagai negara satu partai bersama Hitler sebagai pemimpin tertingginya.

Berdirinya Partai Buruh Jerman

Setelah Perang Dunia I berakhir, Jerman sebagai pihak yang kalah dalam pertempuran mengalami gejolak politik yang hebat. Situasi tersebut kemudian melahirkan frustasi di kalangan masyarakatnya, yang kemudian makin lama menguatnya stimulus nasionalisme-rasis di seluruh Jerman. Kelompok-kelompok nasionalisme-rasis, yang memang keluar di Jerman sejak akhir abad ke-19, itu menyalahkan orang Yahudi atas kekalahan Jerman.

Mereka pun menentang Republik Weimar, sebuah pemerintahan demokratis yang baru di Jerman, dan Perjanjian Versailles. Pada 5 Januari 1919, Anton Dexler, seorang nasionalis Jerman, mendirikan Partai Buruh Jerman. Dexter adalah seorang yang punya pandangan antisemit, anti-monarkis dan anti-Marxis, serta percaya terhadap superioritas bangsa Jerman, yang mereka klaim sebagai anggota dari ras Arya. Hitler kemudian berhimpun bersama Partai Buruh Jerman terhadap September 1919 dan menjadi pemimpin propaganda.

Diubah menjadi Partai Nazi

Bersama Hitler, Partai Buruh Jerman perkembangan pesat dan anggotanya jadi tambah banyak. Dalam tiap-tiap pidatonya, Hitler tetap mencela Perjanjian Versailles dan mengeluarkan kalimat antisemitisme, menyalahkan Yahudi atas masalah-masalah Jerman. Hitler bersama cemerlang menggunakan kekacauan di masa-masa awal Republik Weimar, manfaat menciptakan suatu gerakan yang terhadap selanjutnya menjadi kebolehan politik utama di Jerman.

Baca Juga : Ini 5 Tradisi Budaya Betawi yang Wajib Tahu

Pada 1920, nama Partai Buruh Jerman diubah oleh Hitler menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) atau Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman, yang disingkat menjadi Partai Nazi. Memasuki th. 1921, Hitler terlampau mahir dalam melaksanakan propaganda dan namanya pun makin lama tenar di luar partainya.

Pada Juli 1921, Hitler resmi dinobatkan sebagai ketua partai. Partai Nazi adalah gerakan radikal sayap kanan yang berpusat di Munich dan berideologi rasis, nasionalis, anti-demokrasi, antisemit, serta anti-Marxis.

Kudeta Beer Hall

Pada 1921, Jerman ditagih oleh para pemenang Perang Dunia I untuk membayar rusaknya yang disebabkan oleh perang. Hal ini membawa dampak terjadinya inflasi dan angkatan bersenjata Prancis terasa menempati sebuah kawasan industri di Ruhr karena Jerman tidak mampu membayar. Nazi yang dikomandoi Hitler merasakan bahwa pas itulah pas yang tepat untuk menyerang.

Mereka merencanakan untuk menculik para pemimpin pemerintahan Bavaria dan memaksa mereka mengangkat Hitler sebagai pemimpin yang baru. Dengan perlindungan Jenderal Erich Ludendorff, Nazi bakal memproklamasikan pemberontakan secara menyeluruh dan menjatuhkan pemerintahan demokratis Jerman di Berlin. Rencana ini bakal dikerjakan pas penyelenggaraan pertemuan besar para pelaku bisnis di Munich Beer Hall. Pada 8 November 1923, Hitler bersama puluhan ribu pengikutnya mengepung Beer Hall dan melaksanakan kudeta.

Akan tetapi, harapannya untuk menjadi pemimpin baru Jerman pupus karena tentara Jerman melawan pasukan Nazi. Sebagai buntut dari insiden tersebut, Hitler dijatuhi hukuman lima th. penjara karena bersalah atas pemberontakan. Setelah meniti sembilan bulan di balik jeruji besi, Hitler selanjutnya bebas dan terasa membangun ulang Partai Nazi untuk beroleh kekuasaan lewat pemilu.

Kebangkitan Partai Nazi

Pada penentuan yang diselenggarakan terhadap Juli 1932, Partai Nazi sukses merebut 230 dari 608 kursi di Parlemen Jerman. Satu th. kemudian, Hitler diangkat menjadi Kanselir Jerman dan pemerintahan Nazi segera mengendalikan tiap-tiap aspek kehidupan di Jerman. Masa pemerintahan Nazi yaitu pada 1933-1945 adalah sebuah periode yang kemudian dikenal sebagai Nazi Jerman atau Reich Ketiga. Sejak 1933, Nazi menjadi partai tunggal di Jerman dan Hitler menerapkan berbagai kebijakan yang membawa dampak konflik.

Pasalnya, mereka yakin bahwa bangsa Jerman adalah ras unggul, tetapi kaum Yahudi, penderita cacat mental dan fisik, dan komunis adalah ras inferior yang wajib dimusnahkan. Pada kebijakan luar negerinya, Hitler menarik negaranya dari Liga Bangsa-Bangsa serta membatalkan Perjanjian Versailles terhadap 1935. Pada paruh kedua 1930-an, Nazi Jerman sukses mencaplok Austria, Cekoslowakia, dan Polandia.

Selama enam th. pertama pemerintahannya, kebijakan luar negeri Partai Nazi telah membawa dampak terjadinya Perang Dunia II. Di pas yang sama, kampanye anti-Yahudi menjadi makin lama ganas dan puncaknya pas momen Holocaust, yaitu genosida terhadap sekitar enam termasuk kaum Yahudi di Eropa sepanjang Perang Dunia II.

Pembubaran Partai Nazi

Pada 20 Juli 1944, terasa keluar usaha terorganisir untuk menggulingkan Hitler dan Partai Nazi. Harapan tersebut terwujud satu th. kemudian, pas Jerman kalah dalam Perang Dunia II dan Hitler melaksanakan bunuh diri. Setelah itu, Jerman diduduki oleh pasukan Sekutu, yang melarang Partai Nazi dan menyatakannya sebagai organisasi kriminal. Pasukan Sekutu kemudian mengadili para pemimpin Nazi atas kejahatan kemanusiaan yang dikerjakan pada 1933-1945. Mereka termasuk berupaya untuk membersihkan pengaruh Partai Nazi dari tiap-tiap aspek kehidupan Jerman.