• Juni 7, 2024

Pemko Tanjungpinang dan Pemilik Lahan Dari Sulit Rimba Jaya Akan Di Tutup Daerah Masakan

Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama pengelola sekaligus pemilik lahan Rimba Jaya sudah melakukan pertemuan guna mengatasi permasalahan di pasar modern Rimba Jaya pada Sabtu (8/12).

Pertemuan dipimpin segera Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang (Syahrul-Rahma). Richard selaku pemilik perusahaan kawasan Rimba Jaya beserta karyawannya Junet dan Edi turut hadir dalam pertemuan itu.

Sebagian permasalahan yang dibahas dalam pertemuan tersebut mengenai kelangsungan pedagang berjualan di tempat itu, sekaligus membahas permasalahan salah satu Izin slot qris gacor Mendirikan Bangunan (IMB) di kawasan Rimba Jaya yang masih dalam pengerjaan, serta tunggakan pajak yang seharusnya dibayar oleh pemilik lahan.

Hasil pertemuan kedua belah pihak didapatkan kata mufakat bahwa para pedagang tidak perlu cemas, mereka dipersilahkan berjualan seperti lazim.

Cuma saja dalam satu atau dua hari ini (Sabtu dan Pekan), Richard selaku pemilik lahan menutup sementara lokasi Rimba Jaya dengan tujuan menjaga kondisi supaya konsisten tenang.

Padahal permasalahan salah satu IMB di lokasi Rimba Jaya, Richard menuturkan sedang dalam pengerjaan pengurusan. Untuk pajak yang masih dalam tunggakan, Richard mengucapkan kesediaannya untuk membayar. Ia minta keringan dari Pemko Tanjungpinang untuk menyicil.

Ia tersebut disambut baik oleh Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang (Syahrul-Rahma).

Syahrul mengatakan, Pemko Tanjungpinang menyokong berkembangnya Rimba Jaya yang yaitu salah satu sentra perdagangan di tempat Tanjungpinang yang mampu membangkitkan geliat ekonomi masyarakat.

Ia mengingatkan supaya pengusaha mematuhi Undang-Undang dan aturan yang berlaku.

“Disamping memiliki hak, tentunya juga ada keharusan yang seharusnya dipenuhi seperti seharusnya ada IMB terlebih dulu baru bangunan bisa didirikan. Kecuali juga dengan pajak seharusnya dibayar, sebab dipakai kembali untuk kelangsungan pembangunan di tempat ini,” tegas Syahrul.

Syahrul menegaskan, bukan hanya pada pengusaha Rimba Jaya saja, akan namun terhadap semua pengusaha yang ada di Tanjungpinang untuk sama-sama mentaati aturan dan memenuhi keharusan sebagai warga negara yang baik.

Syahrul berharap berhubungan permasalahan ini masyarakat Tanjungpinang tidak perlu resah dan tidak gampang terprovokasi.

Sementara itu, Rahma menambahkan, berhubungan IMB salah satu bangunan di lokasi Rimba Jaya tinggal selangkah lagi.

“Sebab bersangkutan sudah memilki SKRK, tinggal menunggu IMB keluar,” kata dia.

Rahma berharap semua dokumen dilengkapi, sehingga pembangunan di salah satu tempat tersebut bisa dilanjutkan kembali. itu juga, pajak diangsur pembayarannya.

Menurutnya, pemerintah memberi kemudahan. “ ada hukumnya untuk keringanan pajak cocok Undang-Undang yang berlaku,” ungkap Rahma.

Sebelumnya, Pemko Tanjungpinang juga sudah melakukan rapat koordinasi bersama OPD berhubungan membahas permasalahan tersebut pada Jumat (7/12) di Kantor Bappelitbang Tanjungpinang.