• Mei 20, 2024

OJK Luncurkan Tutorial Strategi Anti-Fraud ITSK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) meluncurkan Tutorial Strategi Anti-Fraud Penyelenggara Temuan Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk memitigasi praktik fraud dan membangun kepercayaan masyarakat.

Peluncuran Tutorial Strategi Anti-Fraud dilaksanakan Kepala Eksekutif Pengawas Temuan Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi di Bandung.

Hasan menjelaskan, kerugian imbas fraud di sektor ITSK betul-betul terkait dengan turunnya kepercayaan masyarakat atas platfom digital atau acap kali disebut sebagai digital trust. Hal ini akan memberikan imbas yang besar mengingat digital trust adalah pondasi utama industri ITSK.

Tutorial ini kami harapkan bisa dipakai dengan baik oleh Asosiasi bagi semua Penyelenggara ITSK supaya ekosistem digital di Indonesia bisa kian berkembang dan dipercaya oleh masyarakat,” kata Hasan, dikutip Minggu (19/5/2024).

Adapun langkah-langkah yang bisa dicapai oleh Penyelenggara ITSK dalam mencegah dan menangani fraud di antaranya lewat:

Pemakaian manajemen risiko dan penguasaan internal yang kuat; Meningkatkan transparansi terhadap konsumen; Meningkatkan mahjong ways 3 kecakapan infrastruktur IT; Mengerjakan edukasi yang berkelanjutan untuk semua pegawai; dan Mengerjakan kesibukan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi konsumen.

Kecuali itu, dalam kunjungan kerjanya di Bandung, Hasan Fawzi juga menghadiri Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Barat dengan tema “Meningkatkan Sinergi antara Temuan Teknologi Sektor Keuangan”.

Menurutnya, OJK terus menunjang perkembangan sektor ITSK lewat beragam kebijakan dan sinergi dengan Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk menunjang terciptanya ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif.

“Kemitraan antar-pemangku kepentingan ini akan menunjang terciptanya ekosistem keuangan digital yang kondusif dan kolaboratif, serta pada kesudahannya memungkinkan lembaga jasa keuangan (LJK) untuk mengeksplorasi dan memaksimalkan layanan keuangan berbasis penemuan kreatif digital yang inklusif dan pantas dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata Hasan.

Hasan menyebut, kolaborasi yang baik akan membuka jalan masuk bagi penyelenggara ITSK terhadap pasar yang lebih luas serta menerima kesempatan eksplorasi dengan LJK dalam memaksimalkan produk dan layanan barunya.

\\\”Hal ini tentunya juga akan berpengaruh positif terhadap perkembangan industri ITSK secara menyeluruh,\\\” ujarnya.

Aturan OJK

Lebih lanjut, Hasan mempersembahkan bahwa OJK sudah menerbitkan POJK No. 3 Tahun 2024 perihal penyelenggaraan ITSK sebagai pembaharuan POJK No. 13 Tahun 2018.

Dalam POJK ini dipegang ketetapan terkait penyediaan ruang dan/atau fasilitasi uji coba/pengembangan penemuan kreatif (Sandbox), perizinan, pemantauan dan evaluasi, edukasi keuangan, Pelindungan Konsumen, pelindungan data pribadi Konsumen, aspek kelembagaan dan penyelenggaraan ITSK, termasuk kesibukan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga yang menunjang penyelenggaraan ITSK.

Penerbitan POJK ini adalah salah satu inisiatif OJK dalam menunjang pengembangan dan penguatan ITSK di sektor jasa keuangan.