• April 18, 2024

Mengetahui Bapak Sejarah Dunia: Herodotus Asal Yunani

Grameds, sejarah dunia adalah catatan evolusi panjang peradaban manusia, yang melibatkan perubahan sosial, politik, ekonomi, dan tradisi. Dari masa prasejarah hingga zaman modern, manusia sudah mengalami transformasi yang luar umum. Awalnya, peradaban timbul di sungai-sungai besar seperti Sungai Tigris dan Efrat di Mesopotamia serta Sungai Nil di Mesir kuno.

Jangka kuno menyaksikan kemunculan besar-besaran peradaban di Yunani dan Roma, yang memberikan kontribusi besar terhadap pemikiran filosofis, hukum, dan seni. Abad Pertengahan ditandai oleh perkembangan agama, perdagangan, dan kerajaan feodal di Eropa.

Kemudian, revolusi Industri pada abad ke-18 merubah tatanan ekonomi dan sosial secara fundamental, membawa kemajuan teknologi dan urbanisasi. Abad ke-20 menjadi saksi perang dunia, dekolonisasi, dan perkembangan pesat dalam ilmu slot777 login pengetahuan dan teknologi. Melalui perjalanan sejarah yang rumit ini, manusia terus mengikuti keadaan, bertumbuh, dan belajar dari masa lalu untuk menyusun dunia yang kita ketahui ketika ini.

Siapa itu Herodotus?

Herodotus (sekitar 484-425 SM) adalah sejarawan asal Yunani kuno yang dianggap sebagai “Bapak Sejarah” dalam tradisi Barat. Ia lahir di Halikarnasus, sebuah kota di Asia Kecil (sekarang Bodrum, Turki). Karyanya yang paling familiar adalah Historiai atau Sejarah, yang adalah salah satu karya tertua yang diketahui dalam sejarah sastra. Herodotus tidak hanya memaparkan peristiwa-peristiwa sejarah, tetapi juga memasukkan elemen etnografi, geografi, dan mitologi dalam tulisannya.

Herodotus menjalankan perjalanan luas selama hidupnya, mengunjungi berjenis-jenis daerah di dunia Mediterania, Asia, dan Afrika. Padahal karyanya mempunyai kecenderungan untuk mencampur fakta sejarah dengan legenda dan cerita-cerita yang kurang dapat diandalkan, Herodotus memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode sejarah sebagai disiplin ilmu.

Ia menyajikan konsep penyelidikan dan pencatatan fakta dengan cermat sebagai dasar untuk penulisan sejarah, membedakannya dari catatan mitologis atau legendaris yang lebih umum pada zamannya. Padahal kritik terhadap keakuratan historisnya sudah timbul sepanjang waktu, karyanya tetap menjadi sumber berharga untuk memahami dunia kuno.