• Mei 18, 2024

Festival Kultur Internasional Kuatkan Hubungan Antarbangsa Pada Dini Hari

Festival Bahasa dan Kultur Internasional, atau yang diketahui dengan “International Festival Language and Culture” (IFLC) dapat menjadi inspirasi dan memperkuat kekerabatan antar bangsa.

“Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 500 suku bangsa, dengan 700 bahasa daerah. Berbagai budaya, tarian, musik, dan sistem hidup bersatu dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika,” kata Pembantu Deputi Pengembangan SDM, Kementerian Pariwisata, Wisnu Tarunajaya pada pembukaan IFLC ke-14 di Jakarta, Sabtu.

Demikian pula, lanjut dia, kekayaan budaya dan bahasa dari semua bangsa di dunia adalah dasar untuk menguatkan kekerabatan antar bangsa dan negara.

Sementara Presiden IFLC Indonesia, Prof. Dr. Didik J Rachbini membeberkan, budaya adalah media untuk mengekspresikan identitas suatu masyarakat dan bangsa

“Saling menghormati dan menghargai nilai-nilai budaya bangsa di dunia akan memperkuat kekerabatan dan menciptkan peradaban manusia yang lebih bagus pada masa kini dan mendatang,” ujarnya.

IFLC adalah rangkaian festival dan budaya slot depo qris yang pertama kali diselenggarakan pada 2003 di Turki. Festival internasional ini mempromosikan bahasa dan budaya dari berjenis-jenis bangsa sekalian mengajar generasi muda untuk saling berbagi keragaman tersebut dalam mewujudkan penentraman, persaudaraan, dan saling pengertian.

Selama 13 tahun IFLC digelar di berjenis-jenis negara dan diramaikan oleh 145 negara dengan lebih dari 2000 pelajar sebagai peserta. Mereka menampakkan budaya unik dari masing-masing negara, seperti musik, tarian, dan aksi budaya lainnya.

IFLC 2016 dicontoh setidaknya seratus pelajar dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Albania, Aljazair, Azerbaijan, Belarusia, Belgia, Filipina, India, Kyrgystan, Maladewa, Mesir, Serbia, Tajikistan, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.