• Desember 6, 2023
Wai

Ciri Khas Budaya Thailand yang Wajib Kamu Tahu sebelum Berkunjung

Budaya adalah suatu langkah hidup yang berkembang https://www.ligamalaysia.net/ dan dimiliki bersama oleh sebuah group orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya termasuk merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia agar banyak orang yang condong menganggapnya diwariskan secara genetis. Dan tiap-tiap nnegara memiliki begitu banyak ragam budaya dan memiliki ciri khas masing-masing.

Salah satu negara Asia Tenggara yang memiliki budaya turun-temurun dari nenek moyang mereka yakni negara Thailand. Berikut lebih dari satu macam budaya Thailand yang jadi ciri khas negara Gajah Putih ini dan yang menarik perhatian para wisatawan datang ke negara sana.

1. Menganut keyakinan atau agama secara kental

Mayoritas agama di Thailand adalah agama Theravada Buddha bersama minoritas dari Muslim, Kristen, dan agama lainnya. Buddhisme di Thailand terlalu terbujuk oleh keyakinan tradisional tentang roh leluhur dan roh alam.

Hal mistis namun unik yang sanggup dijumpai di tempat-tempat umum dan di jalan-jalan Thailand yakni rumah-rumah kayu miniatur yang bertujuan sebagai daerah roh rumah tangga hidup. Rumah miniatur ini diberikan persembahan makanan dan minuman untuk membuat roh-roh suka karena menurut keyakinan mereka kalau para roh tidak bahagia, maka para roh sanggup membuat kehidupan mereka terganggu.

2. Wai atau ucapan penyambutan

Ucapan penyambutan di Thailand adalah tanda yang disebut ‘’Wai’’  yang gerakannya serupa bersama gerakan sembahyang (kedua belah tangan ditangkupkan).

Ada dua style wai yang umum dipraktikan, pertama wai yang dijalankan bersama menangkupkan ke-2 telapak tangan di depan dada dan kepala sedikit merunduk ke depan, lantas diikuti ucapan selamat datang, menerima kasih, atau ucapan maaf. Wai style pertama ini dijalankan sebagai rasa hormat kepada orang yang lebih senior, kepada atasan, dan kepada orang-orang yang berstatus lebih tinggi.

Wai yang ke-2 dijalankan bersama menangkupkan ke-2 telapak tangan kemudian tempelkan ke-2 ujung ibu jari di dahi pas di pada titik temu alis di atas hidung, diikuti bersama bungkukkan badan.

Wai style ini tidak diikuti bersama ucapan apa pun baik menerima kasih, selamat datang, ataupun maaf. Wai style ke-2 ini hanya bertujuan kepada rahib Buddha.

Baca juga:

Sejarah Indonesia Komplit dari Masa Nusantara sampai Reformasi

5 Adat di Magelang yang Masih Lestari Sampai Sekarang

3. Suku Thailand

Suku Karen atau Kayin merupakan suku di Thailand yang bermukim di provinsi Mae Hong Son di hutan pedalaman. Suku ini memiliki rutinitas unik karena mereka mengenakan cincin kawat kuningan yang dililit di leher dan membuat leher mereka jadi panjang.

Mereka terlalu mempercayai bahwa para wanita suku ini adalah keturunan dari burung phoenix yang berleher panjang, maka karena pemahaman mitos tersebut mereka memanjangkan leher agar layaknya burung phoenix.

Suku Karen termasuk yakin bahwa tambah banyak kalung yang dililit dileher mereka dapat tambah menambah kecantikannya. Sebenarnya suku ini berasal dari Tibet yang kemudian menyebar ke Myanmar dan ke Thailand.

4. Adat pernikahan Thailand

Prosesi pernikahan menurut budaya Thailand termasuk sanggup dikatakan unik, prosesinya cocok ajaran didalam agama mayoritas di negara ini. Salah satunya pasangan pengantin dapat mengenakan rangkaian bunga yang keduanya saling terhubung di kepala masing-masing mempelai.

Hal unik lainnya yakni jeda pas tunangan bersama prosesi pernikahan terjadi terlalu cepat, hanya berselang lebih dari satu jam dari prosesi pertunangan. Jika pertunangan dijalankan di pagi hari, maka pada malam harinya dapat dilangsungkan pesta pernikahan.

5. Thailand memiliki begitu banyak ragam perayaan atau festival

Thailand memiliki lebih dari satu festival yang unik lebih-lebih menarik perhatian dunia agar menarik banyak wisatawan yang menginginkan datang pada pas perayaan di negara ini. Di antaranya yakni Festival Songkran yang merupakan perayaan menyambut tahun baru tradisional Thailand. Salah satu aktivitas didalam festival ini menyatukan semua orang didalam aktivitas perang air lebih-lebih festival ini jadi festival air terbesar di dunia.

Perayaan lainnya Loy Krathong Festival. Tradisi pada festival ini adalah tiap-tiap warga membuat Krathong (kerangjang hias) yang terbuat dari daun pisang bersama dihiasi lilin dan bunga-bunga fresh kemudian Krathong dihanyutkan di sungai, kolam atau di danau.

Masih ada perayaan lainnya layaknya Kin Jay Festival yang dijalankan oleh masyarakat local etnis China agar kalau menginginkan liburan ke negara ini, ada baiknya datang disaat perayaan mereka.