• Januari 11, 2024

Budaya Jatim yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak benda

Tim Ahli WBTb (Warisan Budaya Tak Benda) Kemdikbudristek mengambil keputusan seni dan formalitas budaya Jawa Timur (Jatim) sebagai WBTb. Penetapan ini tingkatkan deretan budaya asli Jatim yang terdaftar sebagai WBTb Nasional.

Mengutip web formal Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur yang kadang kala berisi tentang permainan di situs https://www.smkbintangcendekia.com/, karya budaya ini hasil usulan dan presentasi Disbudpar dengan para maestro dan akademisi. Dengan ditetapkannya karya budaya ini, maka total 99 budaya Jatim masuk di dalam WBTb Nasional.

Hal ini sekaligus menjadi penanda bahwa Jatim miliki potensi budaya tempat yang luar biasa. Lantas, budaya apa saja yang baru saja ditetapkan WBTb?

1. Jaranan Pegon (Tulungangung)

Tulungagung dikenal kaya dapat kesenian, salah satunya jaranan. Kesenian jaranan telah lama berkembang secara turun-temurun. Tulungagung miliki sebagian style jaranan, di antaranya Jaranan Jawa, Jaranan Pegon, JarananSentherewe, dan JarananCampursari.

Jaranan Pegon merupakan bentuk akulturasi budaya pada kesenian jaranan dengan wayang orang yang gerakannya mengadopsi gerakan wayang orang. Jaranan ini sering ditampilkan di dalam ritual nadzar yang diadakan masyarakat Tulungagung.

Misalnya, jikalau seseorang bernadzar inginkan pulih berasal dari sakitnya, lantas mengundang Jaranan Pegon. Saat melakukan ritual nadzar ada yang dinamakan ‘ndhudhut kupar luwar’, yakni dikala Jaranan Pegon ‘mengeluwari’ nadzar orang tersebut. Hajatan nadzar yang menampilkan Jaranan Pegon secara tidak langsung memberikan ruang bagi keberlangsungan upaya pelestarian kesenian ini.

2. Jaran Jenggo (Lamongan)

Jaran Jenggo merupakan salah satu kebudayaan berasal dari Lamongan, tepatnya berasal dari Kecamatan Solokuro, bersifat arak-arakan perayaan manfaatkan kuda. Biasanya, perayaan berikut dilakukan untuk anak laki-laki yang telah dikhitan dengan diiringi selawatan dan musik berasal dari rebana.

Kesenian Jaran Jenggo terhitung dikenal dengan kesenian kuda yang dilatih pelatih kuda, di mana seorang jenggo melatih kudanya untuk melakukan beraneka keterampilan. Beberapa keterampilan yang umumnya dilatihkan dan ditampilkan, di antaranya manggut-manggut.

Kuda mengangguk-anggukkan kepala, bersujud untuk menyampaikan salam hormat terhadap pengantin/pejabat, tidur bersama pawang kuda, berdiri dengan kaki kuda belakang, berjoget, dan lain-lain. Dalam tiap-tiap penampilannya, kesenian ini selalu dilengkapi beraneka macam aksesoris seperti pakaian kebesaran kuda, payung agung puspito utomo, keris yoso yuwono, diiringi musik tradisional atau islami.

3. Tari Ngremo Surabayan (Surabaya)

Tari Remo Surabayan pasti membawa makna tersendiri terhadap tiap-tiap gerakannya. Tari Remo merupakan tari tradisional yang berasal berasal dari Jawa Timur, dan oleh masyarakat setempat disebut sebagai Ngremo.

Tari Remo menceritakan perjuangan seorang pangeran di dalam medan pertempuran. Oleh karena itu, terhadap awal dikenalkannya, tari Remo dimainkan pemain pria. Perkembangan tarian Remo kala ini mengakibatkan tarian ini dapat ditarikan pemain perempuan. Hanya saja gerakan dan pakaian tari Remo putri mengalami sedikit pergeseran dan tidak serupa sama juga dengan aslinya.

Saat ini tari ini tidak cuma digunakan sebagai pembuka ludruk, tetapi terhitung sering digunakan sebagai sambutan tamu kenegaraan, upacara-upacara kenegaraan, serta festival kesenian daerah. Karakteristik tari Remo adalah gerakan kaki penari yang rancak dan dinamis. Lonceng-lonceng dipasangkan terhadap pergelangan kaki penari yang dapat berbunyi tiap-tiap pemain melangkah atau menghentakkan kaki.

4. Tari Beskalan (Malang)

Malang miliki kesenian khas yang jarang ditampilkan di depan umum, tetapi menjadi tetenger khas Malang, yakni tari Beskalan. Tari ini berasal berasal dari kata Bakalan yang bermakna pengamen yang terhadap masa lantas dipertunjukkan di jalanan. Awal awalnya kesenian ini dibawakan laki-laki yang Mengenakan pakaian perempuan, tetapi kala ini tarian ini banyak ditarikan perempuan.

Pada dasarnya gerakan Beskalan Putri Malangan serupa dengan Ngremo, lincah dan dinamis, tetapi lebih feminin karena pencitraan tari yang merupakan tarian perempuan. Dulu Beskalan diiringi dengan alat musik sederhana, terhitung jidor. Namun, kala ini tampilan Bekalan diiringi gamelan Jawa lengkap dengan laras Slendro yang menjadi ciri khas gamelan ala Jawa Timuran.

5. Nyadran Sawuran (Bojonegoro)

Salah satu upacara adat terkenal berasal dari Bojonegoro adalah Nyadran Sawuran. Melansir web formal Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, upacara ini untuk persembahan kepada Sang Pencipta serta nenek moyang yang melimpahkan kesegaran dan hasil panen yang bagus.

Upacara Nyadran sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan panen padi masyarakat Bojonegoro yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Kesenian Nyadran atau Nyadranan menjadi kronologis budaya yang mentradisi, yakni bersihkan makam leluhur dan sendang gede (sendang ndhangar) atau kerja bakti, ziarah, dan berpuncak terhadap kenduri (makan bersama) di makam desa dan sendang.