• Mei 22, 2024

Akibat Kultur Kekaisaran Seljuk dan Bizantium dalam Kuliner Ottoman

Kekaisaran Seljuk yakni kekaisaran Turki yang berdiri pada abad ke-11 Masehi, merajai Anatolia dan sebagian besar Timur Tengah. Mereka membawa adat istiadat Turki dan agama Islam ke kawasan hal yang demikian dan memberikan fondasi politik yang diadopsi oleh Ottoman.

Di sisi lain, Kekaisaran Bizantium penerus Romawi Timur berkonsentrasi di Konstantinopel dan merajai kawasan MediteraniaTimur.

Bizantium memberikan akibat besar terhadap Ottoman dalam seni, arsitektur dan perdagangan. Interaksi dengan kedua kekaisaran ini membentuk dasar adat istiadat dan politik Ottoman, termasuk dalam kuliner dengan adopsi rempah-rempah, teknik memasak slot gacor malam ini dan bahan makanan khas.

Kedatangan bangsa Turki di tanah Anatolia yang subur, menyebabkan mereka secara bertahap meninggalkan pola adat istiadat makan Asia Tengah dan beralih ke makanan yang sebagian besar terdiri dari produk pertanian seperti biji-bijian, buah, dan sayuran.

Penaklukan di daerah selatan Laut Marmara, Anatolia Barat dan Balkan menyebabkan peningkatan produk pertanian berkwalitas dalam jumlah besar.

Catatan dapur istana dari masa pemerintahan Sultan Mehmed Penakluk dan Sultan Bayezid II menonjolkan bahwa tiga pusat produksi utama yang disebutkan di atas sangat penting untuk agenda makan di istana.

Bangsa Turki yang bermigrasi dari Asia Tengah ke Anatolia memiliki kekayaan adat istiadat karena sejarah masa lalu mereka. Pertukaran adat istiadat berkat interaksi antar bangsa dan memadukan bermacam elemen adat istiadat baru hal yang demikian dengan skor-skor kebudayaan Turki.

Seperti pemakaian daging dari adat istiadat Asia Tengah dan produk susu fermentasi oleh masyarakat nomaden, kemudian akibat konsumsi biji-bijian di Mesopotamia, pemakaian sayuran dan buah di lingkungan Mediterania, yang diterapkan bersama dengan rempah-rempah dari Asia Selatan, efektif dalam pembentukan adat istiadat makanan Ottoman yang kaya dan bermacam.

Akibat Kultur Bizantium
Kuliner Seljuk telah menyebar ke dalam kuliner Ottoman dalam hal makanan, sistem dan adat istiadat. Bisa dikatakan suatu bangsa tak mudah kehilangan selera makannya. Jejaknya masih hidup di banyak kawasan Anatolia. Dikala bangsa Turki bermigrasi dari Asia Tengah, mereka membawa kebiasaannya kemanapun mereka pergi.

Faktanya, bahwa Kekaisaran Ottoman meliputi banyak etnis yang berbeda yakni salah satu alasan terbesar terbentuknya adat istiadat kuliner yang kaya. Dalam kehidupan sehari-hari orang Seljuk, mereka makan dua kali sehari. Buah-buahan dan minumandikonsumsi pada waktu siang.