• Januari 13, 2024
Minangkabau

6 Keberagaman Kebudayaan yang Bercorak Minangkabau

Minangkabau merupakan salah satu suku yang ada di Nusantara yang lebih tenar dengan nama suku minang. Suku ini dikenal sebagai suku yang mewakili tempat Sumatera Barat. Padahal aslinya, suku minang ini mewakili tempat Sumatera Barat, pantai barat Sumatera Utara, sebagian tempat Riau dan Negeri Sembilan yang ada di Malaysia.

Berikut ini 6 Ragam Kebudayaan Yang Bercorak Minangkabau:

Suku ini terlampau tenar sebab bermacam kebudayaan minangkabau yang menarik. Budaya Minangkabau adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau dan berkembang di semua kawasan selanjutnya tempat perantauan Minangkabau. Budaya ini merupakan salah satu berasal dari dua kebudayaan besar di Nusantara yang terlampau menonjol dan berpengaruh. Suku ini terlampau tenar sebab bermacam kebudayaan minangkabau yang menarik saat bermain slot deposit pakai qris.

1. Bahasa Minangkabau

Bahasa Minangkabau adalah salah satu bhs tempat di Indonesia berasal dari Sumatera Barat, yang keberadaannya lumayan tenar dan tersebar di semua tempat di tanah air. Namun, ada yang bilang bahwa bhs minangkabau serupa dengan bhs melayu. Hal ini berjalan sebab banyaknya kemiripan antara bhs melayu dan bhs minangkabau. Bahasa minangkabau lumayan ringan dikuasai dan banyak yang menguasainya.

2. Kepercayaan Minangkabau

Suku minangkabau menganut agama islam dan keyakinan islam yang sanggup dikatakan taat. Bagi para suku minangkabau tidak ada keyakinan lain seperti halnya yakin terhadap benda dan hal-hal tidak masuk akal. Upacara yang dilakukan pun perihal dengan agama islam, seperti perayaan idul fitri dan adha ataupun pernikahan yang bersifat islami.

3. Lapisan masyarakat di Suku Minangkabau

Pada sistem ini perlu untuk menggolongkan masyarakat dan menyesuaikan jalannya pernikahan, adapun golongannya yakni :

  • Kamanakan Tali pariuk : yang merupakan golongan bangsawan dan bergelar bangsawan, dan juga dianggap membawa keturunan segera berasal dari urang asa.
  • Kamanakan tali budi : yakni para pendatang namun kedudukan ekonomi dan sosialnya telah baik, supaya dianggap sederajad dengan urang asa.
  • Kamanakan tali ameh : merupakan golongan pendatang yang merupakan orang biasa KamanakanBawah Lutuik merupakan rakyat jelata yang menghamba terhadap urang asa.
  • Kamanakan bawah lutuik : adalah orang yang biasa menghamba kepada orang asa.

4. Kesenian Minangkabau

  • Tari Piring : merupakan salah satu kebudayaan nusantara yang berasal berasal dari suku Minangkabau di Sumatera Barat. Tarian ini diiringi lagu salempong,lalu tarian ini unik dan jadi ikon minangkabau sebab manfaatkan piring yang ada ditangan sambil menari, kesulitannya adalah menahan piring dan melacak kestabilan supaya tidak pecah atau jatuh.
  • Silek Minang : adalah pengetahuan bela diri yang berkembang di lokasi Sumatera Barat. Bagi masyarakat Minang, silek memiliki dua faedah yakni panjago diri (pembelaan diri berasal dari serangan musuh) dan parik paga di dalam nagari (sistem pertahanan negeri). Selain itu, silek juga jadi ide gerakan di dalam randai (drama Minangkabau).
  • Randai : merupakan kesenian unik asal Minangkabu, Sumatera Barat. Randai menggabungkan sebagian unsur seni diantaranya, drama, tari, musik dan sastra. Randai ini juga diiringi dengan nyanyian yang mengiringi atau biasa disebut musik sijobang.
  • Seni berkata : merupakan suatu seni ini yang lumayan unik. Dalam suku minang ada seni bersilat lidah yang tekankan sindiran, nasihat dan kalimat bijak. Seni ini terlampau perlu dan bermakna supaya suku minang bertahan dan menjadikannya sebuah budaya.
  • Tari Payung : adalah tipe tarian tradisional yang dilakukan penari berjumlah genap. Penari terdiri atas tiga pasangan. Tarian ini jadi dikenal dan di mulai oleh Siti Agam yang berasal berasal dari Bukit Tinggi. Pada tarian ini, penari dapat melakukan gerakan indah di dalam memainkan payung. Meskipun gerakannya sederhana, tarian ini kaya dapat makna.

5. Rumah Suku Adat Minangkabau

Rumah Gadang merupakan bangunan tradisional yang berasal berasal dari tempat Sumatra Barat. Rumah Gadang juga disebut juga dengan rumah bagonjong atau rumah baanjuang oleh masyarakat setempat. Rumah ini dibuat manfaatkan kayu dengan wujud persegipanjang. Terdapat dua bagian yakni bagian depan dan bagian belakang dengan tiap-tiap muka. Biasanya rumah ini dibangun diatas tanah milik leluhur atau suku asli minang yang turun temurun. Tidak lupa disertakan tanduk kerbau sebagai hiasan utama dan wujud rumah yang sekilas serupa dengan rumah panggung. Rumah ini cuma digunakan oleh yang telah berkeluarga, khususnya keluarga perempuan dan anak-anaknya. Pihak laki-laki selamanya ikuti pihak perempuan, dan laki-laki yang tetap bujang atau belum menikah dapat tinggal di bangunan yang dibangun tidak jauh berasal dari rumah yang berguna sebagai tempat ibadah, bangunan ini dinamakan surau.

Baca Juga: https://asocvencol.org/wow-ternyata-begini-kondisi-kehidupan-dan-budaya-di-inggris/

5. Makanan Khas Suku Minangkabau

Makanan yang tenar diantaranya adalah rendang, merupakan makanan pertama yang jadi makanan ternikmat versi luar negeri, apalagi rendang tidak sanggup dipisahkan dengan suku minangkabau. Rendang merupakan nama makanan yang disita berasal dari cara memasaknya yakni dengan cara “dirandang” atau dimasak lama. Rendang yang lembut dan empuk perlambang bagai niniak mamak atau pemimpin berasal dari keluarga. Selain itu ada bumbu yang digunakan terhadap makanan atau masakan suku minangkabau yang melambang makna berasal dari total masyarakat Minang. Lalu ada cabai dengan rasa pedas yang melambangkan alim ulama yang perlu tegas dan ada karambia atau kelapa yang bermakna perlambang kaum intelektual. Makanan suku minangkabau pun tenar dengan penuh filosofis.

6. Sistem Kekerabatan Minangkabau.

Kebudayaan suku minang merupakan suatu kekerabatan atau silsilah. Bagi masyarakat atau suku padang anak laki-laki adalah mahal dan haruslah dibeli. Sehingga di dalam sistem perkawinan ada sebagian step seperti meminang, menjemput pengantin laki-laki dan akhirnya dipelaminan. Bagi pengantin laki-laki dapat ada upacara di mana mereka mendapat gelar atau nama baru yang menggantikan nama kecil mereka. Sehingga setelah menikah para pria dapat dipanggil manfaatkan nama baru tersebut.

Pada biasanya pernikahan dilakukan dengan mengambil atau menikahkan berasal dari luar suku atau biasa disebut eksogami. Sistem keluarga berasal dari suku minang adalah sitem matrilineal atau ikuti garis keturunan berasal dari ibu. Sehingga terkecuali terkandung perkara atau masalah maka penyelesaian adatnya manfaatkan sistem berasal dari garis keturunan ibu.