• November 25, 2023
Sungkem Tlompak

5 Adat di Magelang yang Masih Lestari Sampai Sekarang

Sebagai kota tertua ke dua di Indonesia, Magelang miliki sbobet88 keragaman budaya dan adat. Masuknya arus modernisasi ke Magelang, tidak sesudah itu melunturkan keduanya Hal itu dibuktikan bersama lima adat unik di Magelang yang selalu digelar sampai sekarang.

Seperti keunikan adat tersebut? Simak ulasan selanjutnya ini.

1. Sungkem Tlompak

Sungkem tlompak merupakan normalitas yang digelar oleh warga Desa Banyusidi yang tinggal di lereng Gunung Merbabu. Mereka mengadakannya tiap-tiap momen idulfitri untuk mengirim doa dan memohon keselamatan kepada Yang Mahakuasa.

Tradisi sungkem tlompak dirayakan bersama menyajikan tumpeng beserta lauknya. Ada juga sesajen kembang, sayuran, dan buah-buahan. Beberapa orang yang turut dalam acara ini mengenakan kostum tradisional, seperti kostum penari topeng dan Gatotkaca.

Semua sesajen dan tumpeng sesudah itu diarak menuju sumber mata air Tlompak. Proses arakan diawali bersama tarian topeng, geculan bocah, dan gupolo gunung. Saat tiba di sumber mata air, sesepuh dapat memimpin doa.

2. Sedekah Candi Gunung Wungkir

Anda pernah ke Candi Gunung Wukir? Situs ini jadi wilayah ditemukannya prasasti tertua di Indonesia. Setiap setahun sekali, warga mengadakan ritual di Situs Gunung Wukir. Tujuannya, selain mengungkap rasa syukur, juga sebagai layanan mengenalkan prasasti yang tersedia di sana.

Ritual sedekah diawali bersama acara arak-arakan kelilingi desa. Warga yang turut boleh mengfungsikan sepeda motor sementara acara arakan. Setelah itu, mereka berhenti di sebuah kawasan, daerah upacara. Di sana sudah tersedia gunungan tumpeng beserta lauknya, tamu undangan, dan ketua panitia yang bersiap memulai ritual.

Baca juga:

Mengenal 9 Tradisi Unik Tahun Baru di Seluruh Dunia

Sejarah Berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 24 Oktober 1945

3. Ruwat Bumi di Gunung Tidar

Jika biasanya gunung terdapat di kawasan bukit, kali ini berada di sedang Kota Magelang. Itulah Gunung Tidar—yang disebut sebagai “pakunya tanah Jawa”. Tinggi Gunung Tidar hanya 503 Mdpl. Namun, untuk menuju ke puncaknya, Anda harus lewat ratusan anak tangga.

Nah, di Gunung Tidar terdapat ritual yang dikenal bersama ruwat bumi. Acara ini dihadiri oleh masyarakat sekitar. Mereka mengenakan pakaian tradisional sementara berkunjung ke Gunung Tidar. Selain itu, tiap perwakilan kelurahan atau desa harus mempunyai tumpeng dan lauknya. Ada dua tumpeng yang disajikan, yaitu tumpeng lanang dan wadon.

4. Ritual Pradaksina

Pradaksina diadakan di Candi Borobudur sementara matahari terbit. Ritual ini dilaksanakan oleh para biksu. Mereka mengenakan topi merah bersifat jambul sambil berputar mengitari candi sebanyak tiga kali.

Sebagian dari mereka bertugas meniup terompet dan kerang dan juga mempunyai bunga teratai berbahan kertas. Bunga itu memuat lilin yang menyala. Usai ritual pradaksina, bunga teratai di tempatkan di tepi candi.

5. Nikah Tembakau

Siapa bilang, hanya manusia yang sanggup menikah? Di Magelang, tembakau pun dinikahkan. Pernikahan ini adalah adat rutin warga Magelang sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah dari Yang Mahakuasa.

Ritual diawali bersama kirab tumpeng hasil bumi, dan sepasang pengantin tembakau bernama Kyai Pulung Seto dan Nyai Srintil. Mereka membawanya menuju sendang Piwakan. Setelah tiba di sendang, tokoh masyarakat memimpin doa.